Dodi Hendra Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD, Lucki Efendi Penganti Sementara

Solok, Media Rakyat News  - Dodi Hendra, Ketua DPRD Kabupaten Solok akhirnya lengser dari tahta setelah sidang paripurna memutuskan pemberhentian dan mengangkat penganti sementara Lucki Efendi dari partai Demokrat. 

Pemberhentian Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD turut menyita perhatian publik setelah terjadi kisruh perpanjangan.

Pemberhentian dan penetapan Plt Ketua terjadi dalam paripurna yang digelar Senen(30/8).

Pemberhentian politisi Gerindra dan penetapan penganti Plt dari partai Demokrat tertuang dalam Surat Pimpinan DPRD Kabupaten Solok 189-18-2021 tertanggal 30 Agustus 2021.

Pantauan media, 25 anggota DPRD hadir dalam rapat paripurna dari 35 anggota DPRD. 

Informasi yang diterima sebahagian anggota dewan yang tidak hadir merupakan anggota dewan yang tegas menentang paripurna pemberhentian karena tidak di dukung SK pemberhentian oleh Gubernur. 

Sebagaimana diketahui Dodi Hendra merupakan kader Partai Gerindra pemilik suara terbanyak dari semua anggota DPRD Kabupaten Solok hasil Pileg 2019 yang lalu.

Kursi Ketua yang diduduki Dodi Hendra sebelumnya merupakan kursi yang sebelumnya diduduki Jon Firman Pandu Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok. 


Jon Firman Pandu meninggalkan kursi panas tersebut, sehubungan maju jadi calon Wakil Bupati berpasangan dengan Epyardi Asda. 

Pasangan yang diusung partai Gerindra dan PAN tersebut akhirnya melenggang menjadi orang nomor satu dibumi markisa. dengan kemenangan perolehan suara tipis dari rival yang menduduki perolehan suara kedua dari 4 pasang calon yang maju dalam pilkada tersebut.
 
Dalam perjuangan memenangkan Asda- Pandu, (sebutan bagi pasangan Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu), Dodi Hendra termasuk yang cukup getol berjuang bersama partai dan pendukungnya untuk memenangkan Asda-Pandu. 

Namun entah kenapa hubungan yang harmonis antara Bupati dan Ketua DPRD tersebut pecah ditengah jalan, perbub yang dikeluarkan Bupati turut menjadi pemicu keretakan hingga terjadi koalisi rasa oposisi dan kisruh perpanjangan hingga Senen(28/8) melalui sidang paripurna jabatan Dodi Hendra dilengserkan tanpa di dukung SK pemberhentian oleh Gubernur.
 
Vino Oktavia PH Dodi Hendra menyayangkan pemberhentian tanpa di dukung SK pemberhentian oleh Gubernur. 
Ia menilai pemberhentian terhadap kleinnya cacat hukum dan cendrung membenarkan terjadinya permufakatan jahat. (Ilham)

Posting Komentar

0 Komentar