Sidang korupsi Lapangan Merdeka Solok, 3 terdakwa divonis berbeda



Media Rakyat News - Padang –  Pengadilan Tipikor Padang menggelar sidang putusan dalam dugaan korupsi pembangunan tribun di Lapangan Merdeka Kota Solok (10/9/2020). Dalam pembacaan nota putusan vonis dalam sidang di pengadilan Tipikor Padang, dipimpin hakim Ketua Yose Ana Rosalinda, dan  2 hakim anggota Mhd Takdir dan Zaleka, tiga terdakwa dalam nota putusan yang dibacakan hakim divonis dengan hukuman yang berbeda. 

Terdakwa Jaralis selaku Pengguna Anggaran dan Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman,  divonis 6 tahun penjara dan membayar denda Rp. 300 juta, subsider 2 bulan kurungan. Terdakwa Syofia Handayani, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek di tahun 2017 tersebut, dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis kedua tersangka ini lebih tinggi 1 tahun dari tuntutan yang sebelumnya diberikan JPU. 

Sementara terdakwa Saibin, direktur PT. Duta Sumatera Prakasa (DSP) dihukum 6 tahun penjara dan membayar denda Rp 300 juta subsider 2 kurungan. Vonis yang diterima Saibin lebih rendah dari tuntutan jaksa dalam sidang sebelumnya. 

Dalam pembayaran uang pengganti terjadi perbedaan diantara majelis hakim. Ketua majelis hakim Yose Ana Rosalinda dan hakim anggota Mhd Takdir berpendapat uang pengganti diganti oleh Nofrizal karena sempat mengancam terdakwa Saibin sewaktu menguangkan pembayaran termen  lV di Medan sebesar Rp1 miliar lebih.

Sementara hakim anggota Zaleka, uang pengganti harus dibebankan kepada Saibin. “Karena pengancaman tersebut tidak dilaporkan terdakwa Saibin ke Polisi,” kata  Zaleka. Menurut ketua majelis hakim Yose Ana Rosalinda unsur dakwaan primair sudah terpenuhi. “Mengadili, menyatakan dakwaan primair penuntut umum terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama,” kata hakim ketua Yosi Ana Rosalinda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irisa Nadeja dan Yandi Mustiqa dan Penasihat Hukum (PH) terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Sebelumnya, sidang kasus dugaan korupsi pembangunan tribun lap. Merdeka, sebelum pembacaan nota putusan vonis hakim dibacakan dan berakhir dengan ketuk palu hakim, sejumlah saksi-saksi dalam sidang perkara tersebut telah dihadirkan di persidangan. 

Saksi yang ikut dihadirkan antara lain Walikota Solok, Wakil Walikota Solok, Ketua DPRD dan sejumlah saksi lainnya termasuk saksi NOFRIZAL, dan Romi CS. 

Dari sejumlah saksi di atas, persidangan hanya gagal menghadirkan saksi Yutris Can untuk didengarkan keterangannya, karena pada saat yang sama pimpinan Partai Golkar Kota Solok tersebut berada diluar Kota menghadiri kegiatan Partai. (Oky)

Posting Komentar

0 Komentar