Persatuan Ninik Mamak Sahilie Samudiak Kota Solok, Kami bersifat sosial, tidak terlibat politik.

Photo - Sekretariat Persatuan Niniak Mamak Sahilia Samudiak - Suwartoni

Dalam menghadapi Pilkada Serentak hampir di seluruh Indonesia, banyak pasangan pasangan calon yang merapat merangkul suara, melalui organisasi-organisasi masyarakat. Begitu juga sebaliknya, Ormas sendiri yang mendekatkan diri untuk menjadi penyokong, dan pendukung pasangan calon tertentu. 

Kota Solok, Media Rakyat News. - Berbeda dengan ormas-ormas lain, Dewan Penasehat "Persatuan Ninik Mamak Sahilie Samudiak" di Kota Solok Sumatera Barat "Betler",  menghimbau atau berharap besar, serta menegaskan, bagi pengurus serta anggota persatuan ini, untuk tidak terlibat, atau melibatkan diri, untuk mengusung salah satu pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, di Kota Solok. Apalagi langsung jadi tim, karena, Persatuan ini dibentuk sebagai tempat bernaung ninik mamak, sebagai persatuan yang bersifat sosial, dan tidak terlibat politik.

Penegasan itu dikatakannya, sehubungan dengan telah masuk suasana Pilkada, di Kota Solok. Tentunya, suasana semakin "sedikit memanas" nantinya.

Pengurus Persatuan Ninik Mamak Sahilie Samudiak Kota Solok, serta anggota, untuk tidak terlibat, atau melibatkan diri, untuk mengusung salah satu pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, di Kota Solok.

"Forum Sailie Samudiak ini, telah terdaftar kepengurusannya ke Kementerian Hukum dan HAM. Untuk itu, jangan dipergunakan untuk kepentingan politik. Semua Paslon harus didukung, nanti baru pada tanggal 9 Desember mendatang, di saat Pilkada, ditentukanlah, siapa yang baik untuk memimpin Kota Solok ke depan." katanya kepada Media ini.

Saat ini, Kota Solok memiliki 4 Bakal Pasangan Calon untuk Pilkada Desember mendatang. Semua Pasangan Calon itu, memiliki kemampuan dan kinerja yang berbeda tentunya, ada yang sudah pernah menjadi pemimpin juga di pemerintahan setempat, begitu juga di swasta, dan sebagainya.

Kita berharap, Pada Pilkada 2020 ini, berjalan lancar dan damai. Masyarakat Kota Solok sebagai masyarakat yang madani, "sudah cerdas" untuk memilih. Namun, yang sangat ditakutkannya, terjadinya "Money Politik", karena kondisi kehidupan masyarakat yang serba sulit, akibat suasana Pandemi yang sedang terjadi. (Suwartoni).



Posting Komentar

0 Komentar