Perkara sebidang tanah nyaris berujung pertengkaran, Polisi turun untuk mediasi

Perkara tanah memang tidak selalu mudah. Terjadi di Sumatera Barat, pihak penggugat yang tidak terima keputusan pengadilan, melakukan larangan kepada tergugat yang telah dinyatakan menang perkara oleh pengadilan, dan hampir memicu terjadinya pertengkaran. Polisi pun turun tangan.



Tanah Datar, Media Rakyat News - Kapolsek Padang Ganting Kab.Tanah Datar, bersama beberapa anggota mengambil inisiatif menengahi, perseteruan dua pihak yang berperkara, terkait kepemilikan sebidang tanah sawah yang berlokasi di sawah Baliak Balai Jorong Lareh Nan Panjang Nagari Atar Kec.Padang Ganting Kab.Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Langkah persuasif tersebut ditempuh pihak kepolisian, pasca lahirnya putusan pengadilan negeri yang menolak gugatan Mukhrayon CS terhadap Malin CS. Akibat putusan tersebut, Mukhrayon CS sebagai penggugat tak terima dan nyaris berujung baku hantam antara kedua belah pihak dikarenakan pihak penggugat melarang keras, pihak Malin Ameh CS mengarap tanah yang sebelumnya disengketakannya.

Menindaklanjuti kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan mengarah kepada perbuatan yang dimungkinkan terjadinya perbuatan pidana, pihak Polsek dipimpin langsung Kapolsek Iptu Umar Dani, pada Minggu tanggal 13 September 2020 dimulai pukul 09.30 Wib melakukan mediasi kepada kedua belah pihak yang berseteru. 

Mediasi turut melibatkan 3 anggota polsek, pihak Wali Nagari, Wali Jorong dan menghadirkan kedua pihak yang berseteru masing-masing Muhkrayon CS dan Malin Ameh Cs.

Kapolsek menyampaikan kepada Media baru-baru ini hasil pertemuan dalam mediasi antara kedua belah pihak dimana turut ditengahi Wali Nagari dan Wali Jorong menghasilkan sejumlah kesimpulan diantaranya pihak Mukhrayon cs dan Gunung Ameh CS diharapkan sama-sama menahan diri untuk tidak melakukan hal yang melanggar hukum yang berawal lahirnya putusan pengadilan Batusangkar. 

"Kegiatan mediasi yang selesai pukul 11.00 wib Alhamdulilah, keadaan aman dan kondusif dengan hasil keputusan bahwa pihak Mukhrayon Cs bersedia menerima keputusan Pengadilan negeri Batusangkar, dan seterusnya kedua belah pihak bersedia menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang mengarah kepada perbuatan pidana" Katanya. (Jopi sugara)


Posting Komentar

0 Komentar