Diduga disulut masalah Utang, Rumah Wakil Bupati Solok disegel Ormas suruhan.

Ilustrasi Rumah disegel


Sebuah rumah tinggal yang diduga milik seorang Wakil Bupati, disegel sekelompok orang, yang mengaku Ormas utusan lawan tandingnya, pada pilkada Desember mendatang. Informasi beredar, hal itu diduga terkait masalah utang piutang yang tidak terselesaikan. Tidak senang rumahnya disegel, pemilik rumah pun lapor Polisi.

Solok, Media Rakyat News. - Rumah pribadi kediaman Yulfadri Nurdin, Wakil Bupati Solok yang berlokasi di Simpang Rumbio Kota Solok Sumatera Barat, disegel Ormas berseragam loreng, yang mengaku utusan Bakal Calon Bupati Solok Epyardi Asda, yang merupakan lawan tandingnya pada Pilkada Desember mendatang.

Berita penyegelan rumah ini menjadi viral di sosial media, lantaran keduanya, sama-sama menjadi Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten yang sama. Peristiwa penyegelan, yang terjadi Selasa malam (15/9/2020), oleh Ormas berseragam tersebut, sempat memancing perhatian masyarakat di sekitar lokasi. 

Pihak penagih menyebutkan, penyegelan ini ditengarai menyangkut masalah utang piutang, yang belum dibayarkan pemilik rumah, saat maju sebagai Wakil Bupati pada Pilkada sebelumnya. Namun sebaliknya, Yulfadli Nurdin sebagai pemilik rumah, dalam keterangan persnya di beberapa Media, membantah utang yang disebut oleh Epyardi Asda, belum dibayarkan. 

Polemik penyelesaian masalah yang terjadi antara mereka, yang diduga diselesaikan dengan menggunakan tangan Ormas, disayangkan banyak pihak. 

Disayangkan karena Epyardi Asda merupakan tokoh besar di Kabupaten Solok, yang pada saat ini maju di Pilkada setempat. "Harusnya persoalan ini diselesaikan secara hukum, bukan menggunakan tangan besi," ujar salah seorang warga kepada Media ini, menanggapi kasus yang saat ini juga viral di sosial media. 

Menurutnya, Negara Indonesia merupakan Negara Hukum. Kalau tak ditemukan penyelesaian secara baik-baik, para pihak dapat membawa perkara tersebut ke ranah hukum. "Tentu saja hal menjadi contoh yang tidak baik, tidak mendidik untuk dipertontonkan kepada orang banyak." tambahnya.

Dikutip dari beberapa media online lokal, Bakal Calon (Balon) Bupati Solok Epyardi Asda mengatakan, "Penyegelan tersebut dilakukannya, melalui sebuah Ormas untuk menagih utang Wakil Bupati tersebut kepada dirinya, yang sudah 5 tahun belum dibayar". 

Epyardi juga mengakui, kalau dirinya sudah membuat surat kuasa untuk menagih utang itu ke Ormas tersebut. dan disampaikan bahwa pihaknya telah berkali-kali menagih ke Yulfadli Nurdin, namun pihak tertagih tidak pernah beritikad baik. 

"Kalau dia (Yulfadri) punya itikad baik untuk bayar utang, temuin dong orangnya. Jelaskan masalahnya apa, jangan lari-lari," ujarnya.

Sementara itu, Hidayat anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Nasdem, Partai yang ikut mengusung Yulfardi Nurdin berpasangan dengan Novi Candra, sebagai bakal calon Bupati di Kabupaten setempat menyebutkan kalau masalah tersebut merupakan masalah pribadi keduanya, dimana Partai tidak akan ikut campur. Namun beliau berharap polemik yang terjadi antara kedua sosok tersebut diselesaikan dengan cara baik-baik.

Pemilik Rumah Lapor ke Polisi.

Tidak terima rumahnya disegel sebelah pihak. Wakil Bupati Kabupaten Solok itu pun melapor ke kepolisian setempat. Polisi turun tangan, memeriksa pihak terlapor. Akhirnya para penyegel rumah itu pun diperiksa Polisi.

Pemeriksaan terhadap beberapa orang tersebut, terkait kejadian penyegelan itu, dibenarkan oleh Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi. "Belum ada penetapan tersangka. Masih dalam status terperiksa," katanya (16/9). 

Dijelaskan, pemeriksaan terhadap sejumlah orang tersebut berkaitan dengan adanya laporan polisi yang diterima Polres Solok Kota, dimana pelapor dalam kasus tersebut adalah saudara Yulfadli Nurdin, Wakil Bupati Kabupaten Solok. (Oky)



Posting Komentar

0 Komentar