Bakal Calon TMS, KPU beri kesempatan ganti Calon.



Tahapan Pilkada serentak Desember mendatang proses cair, namun sejumlah bakal calon dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat atau TMS, itu terjadi setelah bakal calon tersebut, menjalani tes kesehatan yang menjadi salah syarat untuk maju menjadi kontestasi pada Pilkada Serentak Desember mendatang.

Media Rakyat News. Hingga kemaren, lima orang yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan di antara ; di Kabupaten Solok yakni Iriadi Dt. Tumangguang, di Kab. Lamongan, Kab.Majene, Barru dan Demak. Data tersebut masih di rekap oleh KPU Pusat secara  nasional.

Komisioner KPU RI Ilham Saputra, dikutip dari Jawa Pos mengatakan, hasil tes kesehatan sepenuhnya menjadi kewenangan tim Dokter. Sebab, tim dokter yang memiliki kriteria menilai seseorang mampu menjalankan tugas sebagai kepala daerah atau tidak. KPU juga mendapat informasi alasan tim dokter menyatakan penyebab ketidakmampuan seseorang tersebut.

Untuk itu memungkinkan mengganti calon yang dianggap tidak mampu di hasil tes kesehatan. sebaliknya, terkait waktu penggantiannya, diharapkan sebelum memasuki tahapan penetapan paslon. Rasanya ini yang jadi persoalan, dan kendala tak mudah dalam waktu dekat, hanya beberapa hari lagi, bagaimana paslon diusung.

Calon yang tak mampu atau TMS, lanjut Ilham, maka tidak dapat melanjutkan tahapan selanjutnya, sebagaimana gantinya, koalisi partai pengusung diberikan kesempatan untuk mengganti calon. Hal sama juga berlaku untuk calon dari jalur perseorangan atau independen. 

Hal senada juga dikatakan komisioner KPU RI - I Dewa Wiarsa Raka Sandi memastikan, proses tes kesehatan tidak bernuansa politik dan berpedoman penuh kepada PKPU," selain ini, seluruh prosesnya diawasi oleh Bawaslu, dan dipastikan semua prosesnya sudah tepat," paparnya.

Harapan Raka, bagi calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tes kesehatan untuk menjaga kondusifitas di daerah dengan tidak melakukan hal-hal yang melanggar dan memancing kerusuhan, sebab sudah ada mekanisme pergantian di PKPU, Apalagi di masa  pandemi seperti ini,  kita harus jaga Pilkada tetap aman, tertib dan kondusif, imbuhnya lagi.

Hal senada disampaikan anggota KPU RI Rahmat Bagja, jajarannya sudah mulai menerima sengketa  pencalonan. Dari laporan yang diterima, hingga kemarin, sengketa diajukan sepasang bapaslon yang tidak diterima saat pendaftaran di Halmahera Selatan.

Ditolaknya pendaftaran mereka, karena syarat parpol pendukung tidak cukup, ujarnya. Dia menambahkan, jumlah sengketa masih berpotensi bertambah. 

Sementara dari Kota Solok Sumatera Barat, KPU Kota Solok sendiri telah menetapkan nomor Pasangan Calon Walikota dan Wakilnya, untuk Pilkada Serentak Desember Mendatang. Mereka yang terdiri empat pasang Calon yakni ; Yutris Can dan Irman Jefri Adang  (BOAS - Boris Oke, Adang Shaleh), Ismail Koto -Edi Candra (Iko - Edi), Reinier - Ardi Maran, dan Pasangan Zul Elfian dengan Ramadhani Kirana Putra (Zidane).

Dari pasangan ini, terdapat dua pasangan "Pecah Kongsi", Petahana Walikota dan Wakil Walikota, sama sama maju untuk memperebutkan tampuk pimpinan di kota tersebut. (Suwartoni)



Yutris Can dan Irman Jefri Adang  (BOAS - Boris Oke, Adang Shaleh)

Ismail Koto - Edi Candra (Iko - Edi)

Reinier - Ardi Maran

Zul Elfian dengan Ramadhani Kirana Putra













Posting Komentar

0 Komentar