Themistocles, seorang pahlawan, atau lebih tepatnya "Sang Ular Berkepala Dua ?"

Pengkhianatan dalam memimpin suatu bangsa, kelompok atau kaum, memang selalu terjadi. Tidak hanya di era modern seperti saat ini, pada masa masa dahulu, menjadi "ular berkepala dua" sudah banyak terjadi. Kita ambil tokoh besar dunia sejarah peperangan masa lalu, dia adalah Themistocles. 

Mungkin banyak yang belum mengenal, siapa Themistocle ?, apalagi kita yang jarang sekali membaca tentang sejarah sejarah besar peperangan dunia.


Untuk Themistocles, perdebatan berlanjut tentangnya. Pria yang berasal dari Athena, Themistocles naik menjadi juara "kaum bawah" di kota di Yunani ini, yang hampir berhasil mengembangkan demokrasi sejati di abad keenam sebelum Masehi.

Pada tahun 493 SM, ia menjadi "archon", sebutan orang Yunani untuk seorang pemimpin, dan segera mulai memperkuat Piraeus, sebuah pelabuhan angkatan laut yang terletak 3 km dari kota utama Athena. 

Dia adalah salah satu dari sepuluh jenderal yang memimpin Athena di Pertempuran Marathon (490 SM), di mana ancaman besar pertama datang dari kerajaan Persia, yang berhasil dimenangkannya dalam pertempuran di "Rocky Beach" kala itu.

Setelah kematian Miltiades, yang menjadi pemimpin pertama di peperangan Marathon, Themistocles menjadi pemimpin yang dominan di Athena. Dia menggunakan proses Kampanye Hitam sampai ke Pelarangan Politik, untuk menyingkirkan saingan politiknya saat itu. 

Pada 483 SM, dia membujuk orang-orang Athena, untuk membangun seratus sampai dua ratusan kapal perang. Dengan menanamkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Persia, pasti akan menyerang lagi.

Themistocles meyakinkan orang Athena untuk bekerja sama dengan kota-kota di Yunani lainnya dalam persiapan untuk perang ini.

Pada 480 SM, Xerxes I, "King of the King" dari Persia, memimpin pasukan dan armada besar ke Yunani.

Setelah sebelumnya mereka memenangkan Pertempuran Thermopylae, pasukan Xerxes ini, memasuki Kota Athena, dan mereka terkejut karena tidak ada orang di sana. Penduduk kota telah melarikan diri, mereka mendapat informasi dari Themistocles, mengenai serangan Kerajaan Persia yang akan datang.

Yang mereka ketahui saat itu, Themistocles mendapat informasi dari "Peramal" atau Oracle dari Delphi.

Penduduk di Kota Athena melakukan evakuasi, ke kota-kota tetangga, sementara para pelaut Athena, dengan kapal perang, menunggu pasukan Persia di Teluk Salamis.

Themistocles meyakinkan dewan dewan Athena untuk bertempur di teluk Salamis, sebuah teluk yang sempit, dimana posisi pertarungan akan memenangkan pasukan kapal perang Athena.

Mengikuti kepemimpinan Themistocles itu, orang-orang Yunani yang bergabung bersama kota Athena, bertempur, dan memenangkan pertempuran laut yang berakhir dengan kehancuran armada kapal Persia. 


Karena kekurangan persediaan, pasukan Persia yang dipimpin Xerxes, karena hanya bisa mendapatkan logistik dengan kapal laut, pasukan kapal Xerxes, mundur. Mereka meninggalkan Yunani dengan kebebasan.

Untuk beberapa waktu, Themistocles adalah pahlawan terbesar di Yunani, tetapi pada tahun 476 SM, dia diadili karena ketahuan bekerja sama dengan Persia. 

Diakuisisi, dia dikucilkan sampai pada 473 SM, dan tidak punya pilihan selain melarikan diri dari Athena. 

Themistocles menyeberangi Laut Aegea ke Efesus di Asia Kecil dan menyerahkan dirinya kepada Artaxerxes, raja baru Persia saat itu. 

Kacaunya, Dia menjadi penasihat terpercaya, dan Raja Persia itu memberinya sebuah kota "Magnesia on the Meadows" untuknya. Themistocles, politisi dan jenderal Athena, yang telah berubah sisi di tahun-tahun terakhir hidupnya, menjadi tertutup. 

Belakangan diketahui, oleh ahli-ahli sejarah, berdasarkan bukti bukti sejarah, ternyata dia telah menjadi informan Persia, jauh sebelum dia memimpin pasukan, bahkan ketika peperangan besar Marathon, dia merupakan "Agen Ganda", di satu sisi memimpin pasukan Athena, di satu sisi, dia mengirimkan informasi ke Persia.

Itulah salah satu Tokoh Sejarah Dunia, yang terkenal, dibaca, dipelajari dan memberikan kontribusi yang besar, terhadap perkembangan Demokrasi di Yunani, sampai ke seluruh Eropa, walau dia seorang "Ular Berkepala Dua", namun menjadi pahlawan di kedua sisi, dan menjadi salah satu "Warlord" terbesar di jamannya.

Sejarah dipelajari untuk jadi renungan, ambil yang baik, tinggalkan yang buruk. 


Dikumpulkan dari berbagai sumber (oleh : Surya).

Posting Komentar

0 Komentar