Cyrus, pria yang menaklukan Babilonia

Cyrus the Great - Wikipedia

Salah satu panglima perang terbesar dalam sejarah dunia, dialah Cyrus, seorang pria yang lahir di bagian selatan Iran saat ini. Banyak cerita telah beredar mengenai asal usulnya, tetapi sepertinya, dia adalah putra dan cucu dari pria yang memerintah wilayah yang dikenal sebagai "Anshan".

Cyrus mewarisi tahta kerajaan Anshan, dan mengumpulkan suku Persis yang lainnya, yang terletak di provinsi Fars di Iran modern.

Dia memimpin pemberontakan melawan tuannya, Astyages, "the king of Medes". Bergabung dengan pasukan dari kota Babilonia, Cyrus dan prajurit Persia berhasil mengalahkan Medes sekitar tahun 550 sebelum masehi. Cyrus memasuki ibu kota Median di Ecbatana (sekarang ini bernama Hamadan, salah satu provinsi di Iran) dan naik tahta sebagai raja Persia.

Dua tahun setelah memasuki Ecbatana, Cyrus berperang melawan Croesus, raja Lydia, di Turki. Saat itu Lydia telah menetapkan sistem mata uang pertama yang diketahui, dan Croesus terkenal sangat kaya (kalau orang bule memiliki ungkapan "kaya seperti Croesus" Croesus yang mereka maksud adalah raja Lydia ini).

Croesus berkonsultasi dengan peramal Yunani di Delphi, yang meramalkan, jika dia menyerang Persia, sebuah kerajaan besar akan dihancurkan. Tidak pernah berpikir bahwa kekaisaran yang dibicarakan peramal itu mungkin adalah miliknya sendiri, Croesus pun perang melawan Cyrus dan Persia yang dipimpin Cyrus menang. Cyrus menjadikan raja kaya Croesus, sebagai tawanan dan mengambil kerajaan Lydia dan semua kekayaannya untuk dirinya sendiri.

Sekitar tahun 546 Sebelum Masehi, kota-kota Ionia di pantai timur Asia Kecil (sekarang Turki) memberontak melawan Persia, namun pemberontakan itu membuat Cyrus menjadi punya alasan untuk merebut kota-kota tersebut, memungkinkan raja Persia itu untuk memperluas kerajaannya. 

Pada 545 Sebelum Masehi, Cyrus berbelok ke timur, membawa prajurit Persia yang tangguh ke Sungai Indus dan kaki Pegunungan Hindu Kush.

Dia kembali ke Ecbatana dan bergerak melawan kota Babilonia, yang saat itu tetap merdeka dari kendalinya, dan Cyrus merebut kota Babilonia, mengakhiri dinasti Babilonia, dan menjadi daerah kekuasaan Persia.

Sehingga, Cyrus the Great, sekarang mengendalikan sebuah kerajaan besar yang membentang dari Sungai Indus, hingga pantai timur Asia Kecil. 

Cyrus hampir saja bisa memperluas kekuasaan Persia sampai ke Mesir, namun pemberontakan dari utara kerajaannya, membuat kerajaan Persia kelabakan. 

Alih-alih berbaris menuju Mesir, Cyrus pergi ke utara dan bertemu dengan suku nomaden Massagetai di Asia Tengah, di mana dia dikalahkan dan dibunuh.

Konsep Cyrus Agung tentang "negara dunia" bertahan lama setelah kematiannya. Kota Susa dan Persepolis di Persia berdiri di tengah-tengah kekaisaran. Wilayah kekuasaannya dihubungkan dengan pengendara ekspres, yang melakukan perjalanan di jalan beraspal, untuk membawa berita ke seluruh kekaisaran.

Cyrus meninggal dunia sekitar 530 Sebelum Masehi itu, dimakamkan di Pasargadae, di sebuah makam yang relatif sederhana. Seorang pejuang yang ganas, tapi dia seorang penguasa yang bijaksana dan baik hati. di sekitar kawasan Persia, dia disebut "Father" oleh orang-orang Persia.

Walau belum diakui dunia, tapi banyak yang menduga ini adalah makam Cyrus di Pasargadae.
sumber- Wikipedia By Truth Seeker 


Sumber : pencarian di media media online

Posting Komentar

0 Komentar